SMK Negeri 1 Pangkalpinang

"Setiap Sekolah Memiliki Hal Baik dan Hal Buruk"


Oleh Carine Putri

    Siapa disini yang tidak tahu dengan SMK Negeri 1 Pangkalpinang? Pasti kalian semua tahu, bukan? Ya, sekolah ini terletak ditengah kota, yang beralamat di Jl. Merdeka No. 90, Batin Tikal, Kec. Taman Sari, Kota Pangkalpinang. Sekolah ini mengacu pada bisnis dan manajemen, dengan memiliki 4 jurusan yaitu Multimedia (MM), Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL), Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Bisnis Daring Pemasaran (BDP). 
    Sekolah ini merupakan salah satu sekolah favorit di Pangkalpinang, banyak adik-adik Sekolah Menengah Pertama yang ingin bersekolah disini termasuk saya saat kala itu. Sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah favorit karena SMK Negeri 1 memiliki sejumlah prestasi yang membanggakan serta sarana dan prasarana yang mendukung para siswa, salah dua prestasi dari sekolah ini diantaranya adalah SMK Negeri 1 meraih penghargaan sebagai sekolah dengan Piagam Integritas Tertinggi dalam penyelenggaran Ujian Nasional Tahun 2015 dan SMK Negeri 1 Pangkalpinang meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata pada Tahun 2012. Dan beberapa sarana dan prasarana sekolah ini adalah ruang teori berjumlah 21 ruang, ruang praktik berjumlah 4 ruang, 40 unit komputer, 40 unit mesin tik, lapangan olahraga, dan masih banyak lagi. 
    Sekolah ini selain memiliki segudang prestasi yang membanggakan, juga memiliki suasana yang nyaman dan sejuk karena terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi dan berbagai tanaman yang indah disekeliling sekolah. Dan juga lingkungan nya yang bersih dan teratur membuat para warga sekolah menjadi nyaman berada di sekolah ini. Oleh karena itu, tak heran jika sekolah ini pernah mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata. 
    Namun, setiap sekolah pasti memiliki sisi yang baik dan juga sisi yang buruk, begitu juga dengan sekolah ini. Baru-baru ini terjadi hal buruk di SMK Negeri 1 Pangkalpinang, yaitu gagalnya para siswa eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kejadian ini terjadi disebabkan karena adanya komunikasi yang tidak berjalan dengan lancar antara satu pihak dengan pihak lainnya, yang membuat pihak sekolah tidak menginput data PDSS. Padahal menginput data PDSS merupakan hal penting yang wajib dilakukan apabila ingin mengikuti Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dengan adanya kejadian ini, tentu membuat para siswa eligible kecewa, dan bahkan ada yang menangis karena merasa sedih, kesal, marah, karena bisa saja bagi para siswa eligible jalur SNMPTN merupakan salah satu jalur yang sangat diharapkan walaupun memiliki peluang yang kecil, namun apa salahnya mencoba. Pihak sekolah pun telah meminta maaf atas kejadian ini kepada siswa eligible, dan siap menanggung resiko dan sanksi. Dan juga pihak sekolah akan membentuk kelompok kecil untuk persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan akan menanggung biaya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) apabila siswa lolos masuk ke universitas pilihan. 
    Diharapkan agar kejadian ini tidak terulang kembali dan juga pihak sekolah harus menjaga komunikasi satu sama lain, tidak hanya sesama guru namun semua pihak yang terlibat agar semuanya terkendala dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai keinginan bersama, karena dengan adanya kejadian ini membuat para siswa yang telah berjuang mempertahankan nilainya, merasa kecewa dan putus asa. Pihak sekolah menjelaskan, bahwa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bukanlah satu-satunya jalur untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), masih banyak jalur lainnya seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), mandiri dan masih banyak lagi sesuai universitas yang dipilih. Oleh karena itu, walaupun sulit mengikhlaskan dan melupakan kejadian ini, para siswa harus tetap semangat dan jangan putus asa dalam mengejar masa depan yang cerah.